PG-TK Nusaputera

PG-TK Nusaputera memberikan layanan pendidikan untuk anak usia dini yang mengacu pada pengembangan potensi anak agar menjadi generasi yang mandiri, berwawasan global dan berbudi pekerti luhur.

SD Nusaputera

SD Nusaputera mengacu pada pendidikan berbasis kompetensi dan pendampingan individual sehingga tiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, ceria, cerdas dan kreatif.

SMP Nusaputera

SMP Nusaputera mempersiapkan siswa menjadi generasi yang tangguh, berprestasi, dan tanggap pada kemajuan jaman.

SMA Nusaputera

SMA Nusaputera mendidik setiap siswa berkemampuan lebih. Di satu sisi memiliki prestasi akademis yang baik, di sisi lain menguasai ketrampilan yang dibutuhkan dunia kerja.

SMK Teknik Komputer Jaringan

Di SMK Teknik Komputer Jaringan siswa dididik dan dilatih menjadi tenaga ahli siap kerja, khususnya Jaringan Komputer (LAN/WAN), Desain Web, dan Database.

SMK Nusaputera 2

SMK Nusaputera 2 melatih dan mendidik siswa menjadi tenaga ahli yang trampil di bidang farmasi siap kerja sehingga dapat bekerja di pelayanan farmasi dan industri farmasi.

Akademi Farmasi Nusaputera

Akademi Farmasi Nusaputera menghasilkan lulusan tenaga kesehatan Ahli Madya bidang Farmasi dengan lapangan kerja terbuka luas dan sangat dibutuhkan masyarakat.

Mengajar / Mendidik dengan Kasih Sayang

Jika anak dibesarkan denagan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dalam kasih sayang, ia belajar menemukan cinta dan kehidupan (Dorothy Law Nolte).

Kata-kata bijak di atas sangatlah tepat untuk pegangan kita dalam mengajar dan mendidik anak-anak kita baik di rumah maupun di sekolah. Setiap orang pasti ingin menjadi sosok/pribadi yang terbaik, maka … Didiklah anak anda menurut cara yang berlaku juga untuk anda sendiri (C. H. Spurgeon).

Tentunya cara-cara yang terbuka misalnya :
Jika kita memberi teladan KEJUJURAN, anak-anak kita akan menjadi JUJUR
Jika kita mengelilingi mereka dengan KASIH, mereka akan penuh KASIH
Jika kita memberikan Toleransi, merekapun akan TOLERAN
Jika kita menhadapi hidup dengan tawa dan mata bersinar, merekapun akan mengembangkan rasa humor (Wilferd A. Peterson)

Kalau kita mengharapkan anak-anak menjadi baik hati, mau menghargai, dan menyenangkan, maka sifat-sifat itu harus kita ajarkan, harus kita contohkan, bukan Cuma diharapkan. Sebab sedikit teladan dengan tulus hati lebih berharga dari pada banyak nasehat.

Lalu kapan kita mulai mendidik anak-anak kita dengan KASIH?
Jawabnya : sejak bayi
SEBAB : bayi yang tidak diberi kesempatan untuk mengalami emosi bayi yang normal, terutama KASIH SAYANG, keinginan tahu, dan kegembiraan. Maka secara fisik tidak berkembang. Apabila kekurangan kasih sayang berlangsung lama akan mencegah penghambatan dalam mengeluarkan hormon pituitary termasuk pertumbuhan hormon dan ini akan mengakibatkan “ kekerdilan”

Kekurangan kasih sayang masa bayi sering menyebabkan bayi mundur dalam perkembangan motorik:
- Perkembangan bicara
- Menjadi lesu, murung
- Acuh tak acuh
- Dan tidak bisa belajar kontak sosial dan cara mengungkapkan kasih sayang

Hal tersebut di atas jika tidak diatasi akan berdampak buruk untuk perkembangan selanjutnya. Sebaliknya jika terlampau banyak kasih sayang … akan berakibat bayi/anak menjadi pribadi yang egois sebab orang tua yang sangat kuatir atau sangat menonjolkan diri akan mendorong bayi/anak untuk memusatkan perhatian kepada dunianya sendiri serta mementingkan diri sendiri.

Dengan demikian bayi/anak selalu mengharapkan agar oranglain memberikan KASIH SAYANG tetapi ia tidak membalas memberi KASIH SAYANG kepada orang lain.

Menurut Dr. Anthony P. Witham Terlalu banyak kasih tidak akan membuat anak menjadi manja. Anak-anak menjadi manja jika kita memberi “HADIAH” sebagai pengganti “KEHADIRAN”.

Menciptakan Sekolah Yang Menyenangkan

“Jika tidak suka sesuatu…, maka ubahlah.
Namun bila tidak mampu mengubahnya,
Ubahlah “cara berpikir” mengenainya“


Cara berpikir manusia merupakan penyatuan dari: akal/rasio dengan nurani. Penyatuan akal dengan nurani merupakan alat batin yang disebut “budi”. Budi sebagai alat batin memang tidak dapat dilihat karena tidak tampak. Budi akan tampak dalam bentuk “pekerti/tindakan “. Sehingga budi–pekerti merupakan sebuah penyatuan dari alat batin atau cara berpikir dengan tindakan/sikap. Dari pengertian budi pekerti seperti di atas timbul pemahaman di bawah ini :
  1. Pengertian Baik / benar, berawal dari cara berpikir yang baik, kemudian muncul dalam bentuk tindakan yang baik.
  2. Pengertian Salah biasanya sulit diubah menjadi benar karena berawal daricara berpikir yang sudah salah, maka tindakanpun salah. 
  3. Pengertian Keliru.biasanya masih dapat diluruskan kembali karena cara berpikirnya sudah benar namun tindakannya belum benar karena ketidaktahuan cara melakukan tindakan yang benar. Cara berpikir tiap-tiap manusia berbeda karena berlatar belakang pendidikan dari rumah yang berbeda pula. Institusi pertama yang bertugas meletakkan pendidikan dasar dalam membangun budi pekerti yang baik adalah “rumah/home”. Pendidik utama di dalam rumah adalah ayah-ibu, baru kemudian dibantu oleh orang-orang di sekitarnya. 
Pembentukan karakter berawal dari rumah, melalui pembiasaan-pembiasaan sederhana yang rutin dilakukan. Jika sesuatu yang baik menjadi kebiasaan yang dilakukan sehari-hari secara rutin, maka anak akan terbiasa melakukan hal baik maka karakter baik-pun mulai terbangun.Kebiasaan itu lama-lama akan menjadi gaya hidup anak yang kemudian akan berkembang menjadi budaya bagi pribadinya. Demikian juga sebaliknya, jika orang tua membiarkan kebiasaan tidak baik dilakukan, maka karakter negatif mulai dibiarkan tumbuh dan akan berkembang menjadi pribadi yang memiliki budaya menyusahkan orang lain di masa depan.

Orang tua di rumah bertugas membimbing putera-puterinya dalam melakukan pembiasaan-pembiasaan sederhana pada kehidupan sehari-hari. Sedang guru di sekolah memangku tugas ganda yaitu menjadi pendidik yang membantu orang tua melanjutkan pembiasaan sederhana, ditambah dengan melakukan pembiasaan yang baik dalam menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru di sekolah. Semua proses tersebut dilakukan dalam suasana hati yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Para guru memiliki tugas utama mengubah cara berpikir peserta didiknya agar berubah dari tidak senang menjadi senang, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak santun menjadi santun dan seterusnya.

Pendidikan pada lembaga formal yang bernama sekolah menjadi tanggung jawab institusi sekolah, dalam hal ini “Guru”. Guru dengan orang tua peserta didik, menjadi pasangan kerja sama tak terpisahkan, karena mereka harus saling melengkapi. Sekolah bertugas membantu orang tua dengan memberikan program pembelajaran ilmu pengetahuan akademik sesuai standart kompetesi kelulusannya (misalnya pembelajaran ilmu matematika, kimia, fisika, biologi, di pendidikan farmasi : pharmacognosi, pharmacologi, ilmu resep dst ).

Sedang orang tua di rumah melengkapi tugas guru dengan tetap melakukan pembiasaan yang baik agar putera-puterinya tidak memiliki kesulitan di sekolah. Dasar pemikiran proses pembelajaran di sekolah adalah memberikan bimbingan dan memberikan fasilitas belajar guna ”mengubah cara berpikir” peserta didik agar mampu :
  1. Menyenangi pelajaran yang disampaikan guru 
  2. Memiliki kemudahan cara berfikir dalam mengetahui dan memahami pengetahuan yang diterima. 
  3. Menyampaikan kembali materi yang diterima, dan 
  4. Merangkai saling hubungan antar mata pelajaran dengan praktek pada kehidupan sehari-hari. 
Semua ini ditempuh melalui kerja keras namun menyenangkan, karena keseluruhan proses dilakukan dengan senang hati jiwanya ditempa dengan kuat sehingga tidak mudah rapuh dalam menghadapi soal ulangan, ujian. Kelak di kemudian hari mereka akan memiliki jiwa kuat namun tetap dengan karakter yang baik dalam menghadapi ujian, masalah kehidupan. Peran guru sangat penting dalam memberikan bimbingan untuk pencapaian kompetensi di atas.

Guru pengampu mata pelajaran harus terlebih dahulu kompeten sebelum memberikan bimbingan belajar, dengan memiliki beberapa kriteria di bawah ini:
  1. Memiliki budi pekerti luhur 
  2. Menyenangi pekerjaannya dalam membimbing belajar 
  3. Memiliki fasilitas mengajar berupa metode dan model pembelajaran yang memudahkan peserta didik dalam menyerap pelajaran yang diterima, sehingga proses belajar menyenangkan 
  4. Membimbing belajar siswa dengan menggunakan bahasa pengantar yang baik dan benar, sehingga informasi yang disampaikan mudah dimengerti 
  5. Memiliki pengetahuan umum yang luas, agar mampu menjelaskan saling hubungan atau saling keterkaitan antara mata pelajaran yang diampu dengan mata pelajaran lain dalam praktek kehidupan sehari-hari. 
Kualitas pendidikan sekolah sangat bergantung pada :
  1. kualitas guru, 
  2. kualitas pemangku kepentingan pendidikan dan 
  3. kualitas penentu serta penegak peraturan yang mengatur pendidikan. 
Semua stake holder pendidikan memiliki cara berfikir yang melayani pendidikan. Pelayanan dilakukan melalui pemberian bimbingan serta memfasilitasi program belajar di sekolah. Sehingga sekolah menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi tumbuh kembang sebuah generasi. Tempat belajar yang menyenangkan tidak hanya disekolah saja. Institusi sekolah akan terbantu dalam menciptakan sekolah yang menyenangkan, jika tersedia fasilitas pendidikan seperti alat pembelajaran yang disediakan museum ilmu pengetahuan. Museum ilmu pengetahuan dapat digunakan secara bergiliran bersama dengan sekolah-sekolah lain. Sekali dalam satu minggu peserta didik secara bergiliran mengunjungi museum untuk membuktikan teori yang disampaikan guru di kelas.

Model pembelajaran ini dapat ditemukan di Singapura. Fasilitas tersebut disediakan oleh penyelenggara Negara.untuk kepentingan pendidikan secara umum. Sekolah yang menyenangkan tercipta karena Guru memiliki kualitas baik yang menyenangi bidang pekerjaannya sehingga Guru mampu mengubah cara berpikir siswa yang sebelumnya tidak senang menjadi senang. Tersedia fasilitas belajar di luar sekolah yang menunjang pembelajaran teori dikelas.

Memaknai Idul Fitri dalam Keberagaman

Sebelum kami uraikan tentang makna Idul Fitri dalam keragaman, lebih dahulu perlu kita memahami fenomena yang ada di alam, karena Allah SWT menciptakan alam dan seisinya ini diharapkan menjadi pelajaran bagi kita, kalau kita mau memahami. Fenomena alam yang kami uraikan sebagai pendahuluan adalah suatu contoh yang merupakan fenomena kimia. Karena alam dapat memberi pelajaran kepada kita bagi orang-orang yang memahami dan mau serta mampu menggunakan alam pikirannya.

Sebagai contoh nyata adanya fenomena alam yang terjadi pada zat-zat atau bahan-bahan kimia sebagai berikut : yaitu adanya beberapa keragaman zat-zat kimia yang awalnya tidak mungkin dapat berkumpul/bercampur/bersatu secara kimia, tetapi berkat adanya perlakuan dan keberadaan zat-zat atau bahan-bahan kimia lainnya akan dapat berkumpul/bercampur/bersatu oleh adanya perlakuan kimia / zat lain. Contohnya adalah, air dan minyak bila dicampur dan dikocok dengan sekuat tenagapun, hasilnya tetap tidak mungkin dapat bercampur, yang ditandai oleh masih adanya lapisan bidang batas yang memisahkan antara air dan sabun. Fenomena ini bahkan sudah menjadi peribahasa di sekolah maupun masyarakat untuk menggambarkan orang-orang yang tidak mau rukun/bersatu diibaratkan seperti minyak dan air. Lalu bagaimana kedua zat itu dapat bercampur/bersatu?

Ternyata kedua zat yang awalnya tidak dapat bercampur/bersatu itu akan bisa bercampur/bersatu dengan baik oleh adanya peran dan keberadaan zat lainnya, yang berarti harus ada agen/aktor lain yang menyebabkan bisa bercampur/bersatu. Zat lain itu adalah air sabun adalah sebagai pencampur/pemersatu air dan minyak. Kalau air dan minyak serta air sabun dikumpulkan jadi satu kemudian dikocok, maka akan terjadi campuran/persatuan antara minyak dan air, yang ditandai oleh tidak adanya lapisan bidang batas antara keduanya. Tentunya yang berperan penting dalam hal ini adalah siapa yang menjadi pemersatu atau emulgator/stabilisator di masyarakat dan di mana tempat kita berada.

Fenomena tersebut kalau kita identikkan dengan Yayasan Nasional Nusaputera, adalah sangat tepat, karena Yayasan Nasional Nusaputera dapat merupakan pemersatu atau emulgator/stabilisator masyarakat dari berbagai segmen yang bermacam-macam dengan latar belakang berbagai agama maupun etnis yang dapat bekerja sama dengan harmonis dan berkualitas dan mudah-mudahan dapat terus meningkat. Bentuk-bentuk seperti ini konon sekarang menjadi model yang dipilih dalam wawasan kebangsaan dan nasionalisme demi kestabilan bangsa dan Negara yang tidak ingin terkoyak-koyak dan terkotak-kotak.

Kalau Yayasan Nasional Nusaputera dapat merupakan wadah /wahana pemersatu / emulgator / stabilisator bangsa dan negara, maka halalbihalal dalam Idul Fitri dapat merupakan dan menjadi salah satu cara untuk pemersatu /emulgator /stabilisator bangsa dan negara. Maka dapat disimpulkan bahwa, Yayasan Nasional Nusaputera dengan halal bihalal dalam Idul Fitri adalah sesuatu yang dapat dipasangkan dengan pas dan parallel bagaikan telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri yang dapat bertangkup dengan pas dan dapat disejajarkan dengan baik satu sama lainnya. Atau dapat digambarkan sebagai tanaman (Yayasan Nasional Nusaputera) dan pupuknya (halal bihalal dalam Idul Fitri).

Fitri dari asal suci atau kembali suci. Kesucian ini diperoleh dari perbuatan yang baik selama menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh yang disertai dengan mencegah perbuatan yang diharamkan dan dilarang oleh Allah SWT. Ibadah yang dilakukan tidaklah hanya ibadah ritual saja dalam bentuk sholat sunah yang lebih banyak dari bulan-bulan lain selain bulan ramadlan tetapi juga ibadah yang bersifat aplikatif, yaitu melatih perbuatan baik, menyantuni (salah satu contoh zakat fitrah walaupun ada bentuk zakat-zakat lain selain zakat fitrah maupun menyantuni anak yatim piatu), melakukan dan melatih ibadah kesabaran, menahan hawa nafsu apapun, berpuasa dapat melatih kesabaran, dan lebih dapat menikmati / mensyukuri karunia Allah SWT.

Ibadah perbuatan yang tepat adalah ibadah perbuatan untuk meminta maaf dan mengakui mempunyai kesalahan baik sekecil apapun dan kesalahan ini terhadap siapapun baik dengan saudara-saudara kita yang beragam dalam agama dan beragam dalam etnis, suku serta keragaman dalam apapun dalam latar belakang ekonomi, sosial, budaya. Sehingga tidak mustahil kalau dalam perayaan Idul Fitri ini dapat menyentuh dan mengajak bersama dalam keragaman. Kebiasaan yang perbuatan yang baik ini diharapkan dapat dilakukan juga pada waktu-waktu lain di luar bulan puasa, karena telah mendapat pelatihan sebulan. Dalam bermasyarakat dan bernegara sudah barang tentu mengandung keragaman. Kegiatan bermasyarakat menjadi dinamis dalam keragaman. Sehingga dalam bulan suci ini akan menjadi lebih sempurna kesuciannya bilamana kita dapat meminta maaf dan memperoleh maaf dari saudara-saudara sepergaulan kita yang beragam. Kesimpulan

Halal bihalal sebagai bagian dari Idul Fitri adalah upaya untuk melepaskan dosa-dosa yang terjadi antar manusia dengan cara meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Dosa pada manusia akan diampuni Allah swt setelah orang tersebut telah mendapatkan maaf dari orang yang bersangkutan. Halalbihalal tidak terbatas dan dapat menjangkau semua orang dari lintas agama, etnis, ras, bangsa dan Negara manapun di dunia, karena masing-masing sama-sama menghendaki kesucian dan melepaskan dosa-dosa.

 

Hubungi Kami

e-mail: sekolah.nusaputera@gmail.com

PG TK - SD - SMP - SMA
Jl. Karanganyar No. 574 Semarang
Telp. 024-3542444 Fax. 024-3565315

SMK Tehnik Komputer Jaringan
Jl. Karanganyar No. 574 Semarang
Telp. 024-70798898 Fax. 024-3565315

SMK Farmasi & Farmasi Industri
Jl. Medoho III No. 1 Semarang
Telp/Fax. 024-6747557

Akademi Farmasi
Jl. Medoho III No. 1 Semarang
Telp/Fax. 024-6721721

Desain Header

InfoPendidikan menerima kreasi desain background header yang temanya bebas, misalnya: karakter jenjang, peringatan hari besar, atau apapun. Background header tersebut akan ditampilkan bergiliran. Untuk contohnya dapat di-lihat/download dengan mengklik link berikut: header

Aku Suka Menulis

Buletin Sekolah menerima naskah berupa tulisan fiksi maupun nonfiksi, atau gambar-gambar dalam kerangka pendidikan. Tulisan diutamakan hasil karya sendiri, namun jika menyadur atau mengutip tulisan karya orang lain harap dicantumkan sumbernya.
Info Pendidikan mengharap dukungan semua komponen yang terkait dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah.